
PONOROGO – Mengusung semangat “Silaturahmi dalam Kebersamaan, Melanjutkan Perjuangan untuk Kader yang Berkelanjutan”, Majelis Alumni PAC IPNU IPPNU Siman sukses menggelar agenda tahunan berupa Buka Puasa Bersama pada Sabtu (28/02/2026).
Sebelumnya, Majelis Alumni IPNU- IPPNU Siman juga menggelar Khotmil Qur’an secara online mengkhatamkan 30 juz . Acara do’a khotmil qur’an dilaksanakan menjelang berbuka puasa.
Bertempat di kediaman Rekan Sujaini, Desa Pijeran, Siman, acara ini menjadi ajang temu kangen sekaligus penguatan ideologi bagi para mantan aktivis pelajar Nahdlatul Ulama tersebut.

Momentum ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan ruang muhasabah (evaluasi diri) bagi lintas generasi pengurus PAC IPNU IPPNU Siman. Kehadiran para alumni dari berbagai periode menegaskan bahwa pengabdian tidak berhenti meski masa jabatan telah usai.

Apresiasi dan Harapan Koordinator Alumni
Dalam sambutannya, Koordinator Majelis Alumni PAC IPNU IPPNU Siman Sujaini menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah menyisihkan waktu dan materi.
“Semoga Majelis ini tetap istiqomah dalam berkhidmat mengawal kader-kader selanjutnya, meneruskan perjuangan para pendahulunya, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ungkapnya penuh harap.
Beliau juga menekankan bahwa sumbangsih pikiran, tenaga, maupun biaya dari para donatur dan panitia adalah investasi sosial yang sangat berharga bagi keberlangsungan organisasi.

Pesan Penasehat: Energi Positif dan Estafet Perjuangan
Hadir memberikan tausiyah, K. Tohirin, Penasehat Majelis Alumni sekaligus Ketua Tanfidziyah MWC NU Siman, memberikan wejangan mendalam tentang filosofi berorganisasi dan bersosialisasi. Beliau mengutip potongan Tombo Ati sebagai pengingat pentingnya lingkungan sosial yang baik.
Pentingnya Berkumpul: “Wong kang sholeh kumpuluno” adalah kunci mendapatkan berkah keilmuan dan ketenangan hidup.
The Power of Khusnudzon: Beliau mengajak alumni untuk selalu berprasangka baik (positif). Energi positif yang dipancarkan akan menarik hal baik pula dan menghindarkan diri dari penyakit hati seperti ghibah.
Estafet Khidmat: Alumni diharapkan tidak “pensiun” dari NU. Bekal mental dan ilmu dari IPNU IPPNU harus menjadi modal untuk melanjutkan pengabdian di tingkatan Banom NU lainnya (Ansor, Fatayat, Muslimat, atau struktural NU).


Acara yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama. Semangat yang dibawa sangat jelas: Alumni IPNU IPPNU Siman harus terus menebar manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara, di manapun mereka berada.
Kontributor : Mtr Az
Editor : El Jack